28 Sep 2011
1691

Eirudo Pindah ke Banjarbaru, Kalimantan Selatan

Eirudo Pindah Ke Banjarbaru

Dan akhirnya aku harus pergi ke Banjarbaru, kota yang dekat dengan Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Setelah hari kelulusan sekolah, aku masih bingung mau kerja dimana. Karena nggak ada pengalaman apapun. Namanya juga baru lulus. Mau lanjut kuliahpun nggak ada biaya.

Dan di Kota Batu yang tercinta ini, sepertinya aku agak kesusahan mencari kerja. Apalagi aku nggak punya kendaraan pribadi. Iya, motor aja nggak punya. Nggak kayak teman-teman yang lain. Jadi untuk mondar-mandir cari kerja pun susah.
Terlebih posisi rumahku yang terbilang tidak menguntungkan untuk urusan transportasi. Agar bisa mencegat angkot, aku harus turun dulu (karena rumahku di dataran tinggi), ke jalan raya yang biasa dilewati oleh angkot. Sekitar 400 meter. Baru bisa menunggu angkot yang lewat. Selain itu angkotnya juga agak lama lewatnya. Maklum, kawasan sepi. Kebanyakan orang memakai motor pribadi.
Malang - Banjarmasin
Nah, kalau seandainya aku kerja di Kota Sendiri, itupun masih harus naik 2x angkot. Karena rumahku berada di pedesaan yang agak jauh dari pusat kota. Dimana di desa ini nggak ada tempat usaha yang memungkinkan untuk bekerja. Dan tidak menguntungkannya lagi, lokasi terminal ada di 40% perjalanan dari pusat kota. Jadi mau nggak mau, naik angkot harus 2x, karena angkot yang aku tunggu di kampungku otomatis berhentinya di terminal. Bukan lanjut ke pusat kota. Nasib dah.
Kalau bekerja di kawasan kota ini, setidaknya sehari aku bisa menghabiskan uang hanya untuk naik angkot 4x. Pulang dan pergi. Kalau jalan? Ya lumayan jauh sih. Nyampe tempat kerja pasti dengan keringet yang begitu basah dan bau. Sama kayak sekolah dulu. Kalau jaman sekolah aku pun tetep harus naik angkot 2x, meskipun pada akhirnya aku memilih jalan kaki.
Kalau sekolah sih nggak masalah. Telat dikit gakpapa. Kan kita yang bayar sekolah. Beda kalau bekerja. Jangan sampai telat datang. Soalnya kita yang dibayar. Mana kita juga pasti berusaha tampil fresh saat sampai di tempat kerja kan? Kalau aku jalan kaki, belum mulai kerja udah capek duluan karena jalan minimal 4KM dari rumah.
Nasibku sangat kurang beruntung memang. Trus kalau bekerja di Malang? Apa kendalanya? Angkot yang ngetem lama! Ke Malang saja, bisa makan waktu 3 jam sendiri (dan itu belum mencapai pusat kota). Tetep naik angkot 2x juga. Waduh, nasibku kok apes banget ya –“
Itulah sebabnya, akhirnya keluargaku memaksaku menyuruhku untuk ikut ke Banjarbaru, alias wilayah di Kalimantan Selatan. Katanya sih banyak kerjaan disana. Sebenarnya aku sih nggak mau. Namun dipaksa. Katanya buat sekedar nyenengin Budhe yang memaksaku kesana. Lah anjir. Ini masa depanku malah dipake buat nyenengin orang. Ya semoga aja sih emang beneran ada kerjaan. Karena sebelumnya aku pernah dipaksa sekolah kesana, dan kenyataannya nggak seperti yang aku harapkan. Dan pada akhirnya aku minta pulang. Udah pernah dipaksa kayak gitu masa mau diulangi lagi?
Sempet menjadi Badut di Jawa Timur Park untuk sesi Lebaran. Lumayan lah 10 hari. Meski cuman casual saja. Nggak bekerja tetap. Tapi cukup menyenangkan.
Dan sekarang malah harus ninggalin Kota Batu tercinta ini. Waduh, ninggalin temen-temen, pacar juga ditinggal, malah di Banjarbaru nggak ada yang kenal lagi. Agak susah cari temen. Soalnya aku masih inget lokasinya. Ada di komplek yang lokasinya itu di pinggir hutan. Susah angkot juga. Jadi makin nggak bisa kemana-mana. Kalau cari kerja otomatis ke tengah kota. Bakal bingung ama transport lagi.
Yah, semoga saja sih, bakal dapat yang terbaik disana. Semoga.
Summary
Eirudo Pindah ke Banjarbaru
Article Name
Eirudo Pindah ke Banjarbaru
Description
Berhubung agak repot mencari kerja di kota sendiri, akhirnya dipaksa keluarga untuk kembali ke Banjarbaru. Semoga memang ada kerjaan disana.
Author
Publisher Name
Eirudo
Publisher Logo
Caci Maki Kalian